Jumat, 18 Mei 2012

Reaksi-reaksi yang Terjadi pada Minyak Bumi

1.     Bensin
Karna tingginya angka kebutuhan manusia akan bensin yang digunakan sebagai kendaraan bermotor, maka banyak reaksi yang diberikan terhadap bensin untuk mendapatkan hasil yang memiliki mutu yang baik dan sehat. Untuk mendapatkan mutu yang baik, bensin tersebut harus memiliki nilai oktan yang tinggi. Apa itu nilai oktan? Nilai oktan adalah banyaknya ikatan oktana(, khususnya 2,2,4 trimetil pentana) pada bensin. Tetapi di dalam minyak bumi bukan hanya terdapat iso-oktana sebab di dalam minyak bumi juga terdapat n-heptana. Iso-oktana diberi nilai 100 dan n-heptana diberi nilai 0. Senyawa alkana yang memiliki rantai lurus memiliki nilai oktan rendah sedangkan bercabang memiliki nilai oktan yang tinggi, jadi semakin banyak iso-oktana akan semakin tinggi nilai oktan tersebut dan semakin baik juga mutu bensin tersebut. Nilai oktan ditentukan dengan mengisi bahan bakar ke dalam mesin uji dengan rasio kompresi variabel dengan kondisi yang teratur. Nilai RON diambil dengan membandingkan campuran antara iso-oktana dan n-heptana. Misalnya, sebuah bahan bakar dengan RON 88 berarti 88% kandungan bahan bakar itu adalah iso-oktana dan 12%-nya n-heptana.
Di Indonesia hanya beredar 3 jenis bensin, yaitu:
1.      Premium(Nilai Oktan 88)
Premium adalah bahan bakar minyak jenis distilat berwarna kekuningan yang jernih. Premium merupakan BBM untuk kendaraan bermotor yang paling populer di Indonesia. Premium di Indonesia dipasarkan oleh Pertamina dengan harga yang relatif murah karena memperoleh subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Premium merupakan BBM dengan oktan atau Research Octane Number (RON) terendah di antara BBM untuk kendaraan bermotor lainnya, yakni hanya 88. Pada umumnya, Premium digunakan untuk bahan bakar kendaraan bermotor bermesin bensin, seperti: mobil, sepeda motor, motor tempel, dan lain-lain. Bahan bakar ini sering juga disebut motor gasoline atau petrol.
Kelemahan Premiun:
·         Dari sisi lingkungan, Premium masih menambahkan kandungan logam berat menambahkan  atau tetraetil timbal (IV) yang berbahaya bagi kesehatan untuk meningkatkan bilangan oktan bensin tersebut. Walaupun zat ini hanya ditambah . Tapi untuk mengantisipasi buruknya timbal yang mungkin akan keluar bersama knalpot kendaraan dan masuk ke pernapasan kita, maka ditambahkan Etilen Bromida() agar Timbal yang berbentuk logaam dapat disublimasi menjadi gas agar tidak berbahaya ketika kita hirup.
·         Dari sisi teknologi, penggunaan Premium dalam mesin berkompresi tinggi, akan menyebabkan mesin mengalami knocking atau 'ngelitik'. Sebab, Premium di dalam mesin kendaraan akan terbakar dan meledak tidak sesuai dengan gerakan piston. Knocking menyebabkan tenaga mesin berkurang, sehingga terjadi inefisiensi.
·         Dari sisi finansial, knocking yang berkepanjangan menyebabkan kerusakan piston. Sehingga kendaraan bermotor harus diganti pistonnya.

2.      Pertamax(Nilai Oktan 92)
Pertamax adalah bahan bakar minyak andalan Pertamina. Pertamax, seperti halnya Premium, adalah produk BBM dari pengolahan minyak bumi. Pertamax dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannya di kilang minyak. Pertamax pertama kali diluncurkan pada tahun 1999 sebagai pengganti Premix 98 karena unsur MTBE yang berbahaya bagi lingkungan. Selain itu, Pertamax memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan Premium. Pertamax direkomendasikan untuk kendaraan yang diproduksi setelah tahun 1990, terutama yang telah menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI) dan Catalytic Converters (Pengubah Katalitik).

Keunggulan Pertamax:
·         Bebas timbal.
·         Memiliki banyak kandungan MTBE.
·         Oktan atau Research Octane Number (RON) yang lebih tinggi dari Premium.
·         Karena memiliki oktan tinggi, maka Pertamax bisa menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi, sehingga dapat bekerja dengan optimal pada gerakan piston. Hasilnya, tenaga mesin yang menggunakan Pertamax lebih maksimal, karena BBM digunakan secara optimal. Sedangkan pada mesin yang menggunakan Premium, BBM terbakar dan meledak, tidak sesuai dengan gerakan piston. Gejala inilah yang dikenal dengan 'knocking' atau mesin 'ngelitik'.
3.      Pertamax Plus(Nilai Oktan 95)
Pertamax Plus adalah bahan bakar minyak produksi Pertamina. Pertamax Plus, seperti halnya Pertamax dan Premium, adalah produk BBM dari pengolahan minyak bumi, dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannnya di kilang minyak. Pertamax Plus merupakan bahan bakar yang sudah memenuhi standar performa International World Wide Fuel Charter (IWWFC). Pertamax Plus adalah bahan bakar untuk kendaraan yang memiliki rasio kompresi minimal 10,5, serta menggunakan teknologi Electronic Fuel Injection (EFI), Variable Valve Timing Intelligent (VVTI), (VTI), Turbochargers, dan catalytic converters.
Keunggulan Pertamax Plus:
·         Bebas timbal.
·         Memiliki banyak kandungan MTBE.
·         Oktan atau Research Octane Number (RON) yang lebih tinggi dari Pertamax.
·         Karena memiliki oktan tinggi, maka Pertamax Plus bisa menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi. Sehingga dapat bekerja dengan optimal pada gerakan piston. Hasilnya, tenaga mesin yang menggunakan Pertamax Plus lebih maksimal, karena BBM digunakan secara optimal. Sedangkan pada mesin yang menggunakan Premium, BBM terbakar dan meledak tidak sesuai dengan gerakan piston. Gejala ini yang dikenal dengan 'knocking' atau mesin ngelitik.
·         Bisa membersihkan timbunan deposit pada fuel injector, inlet valve, ruang bakar yang dapat menurunkan performa mesin kendaraan dan mampu melarutkan air di dalam tangki mobil sehingga dapat mencegah karat dan korosi pada saluran dan tangki bahan bakar.

Di Indonesia juga ada bensin Khusus untuk kebutuhan balap mobil yang bernama pertamax racing dengan nilai oktan 100.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar