Oleh: Hiskia Frans Eireneus Sijabat (SMAN 15 MEDAN)
Selasa, 25 Juni 2013
Minggu, 20 Januari 2013
ANDAIKANKU HARUS MEMILIH ( DEWI GUNA )
Intro :
( F C Dm
Bb Bbm C ) 2X
F C
Kasih setiamu Tuhan
Dm Am
Lebih dari hidupku
Bb F
Jalan - jalnmu ya Tuhan
G C
Terbaik bagiku
F C
Dari smua yang kau katakan
Dm Am
Tiada dusta kutemui
Bb F
Dari smua yang kau janjikan
G C
Tiada yang tak terpenuhi
Reff
F C
Andaikan ku harus memilih
Dm Am
Tetap hatiku padamu
Bb F
Tak satupun dapat menggantikanmu
Gm C
Hanya Kau yang berarti bagiku
F C
Lebih dari semua yang ada
Dm Am
Kaulah sgalanya bagiku
Bb F
Tak inginku berpaling dariMu
Gm C F
Slamanya ku akan menyembahMu Tuhan.
F C
Dari smua yang kau katakan
Dm Am
Tiada dusta kutemui
Bb F
Dari smua yang kau janjikan
Gm C
Tiada yang tak terpenuhi
Back to Reff
Selasa, 08 Januari 2013
:)
Kau rela meninggalkan apa yang kau lindungi, jika kau mungkin tidak dapat memahami gagasan mengorbankan tubuhmu sendiri untuk melindungi sesuatu.
Rabu, 19 Desember 2012
:)
Kumohon, jangan hanya karna ada timbul rasa suka yang membuat malu, sehingga kita terasa jauh. :)
Jumat, 18 Mei 2012
Reaksi-reaksi yang Terjadi pada Minyak Bumi
1. Bensin
Karna
tingginya angka kebutuhan manusia akan bensin yang digunakan sebagai kendaraan
bermotor, maka banyak reaksi yang diberikan terhadap bensin untuk mendapatkan
hasil yang memiliki mutu yang baik dan sehat. Untuk mendapatkan mutu yang baik,
bensin tersebut harus memiliki nilai oktan yang tinggi. Apa itu nilai oktan? Nilai
oktan adalah banyaknya ikatan oktana(
, khususnya 2,2,4 trimetil
pentana) pada bensin. Tetapi di dalam minyak bumi bukan hanya terdapat iso-oktana
sebab di dalam minyak bumi juga terdapat n-heptana. Iso-oktana diberi nilai 100
dan n-heptana diberi nilai 0. Senyawa alkana yang memiliki rantai lurus memiliki
nilai oktan rendah sedangkan bercabang memiliki nilai oktan yang tinggi, jadi
semakin banyak iso-oktana akan semakin tinggi nilai oktan tersebut dan semakin
baik juga mutu bensin tersebut. Nilai oktan ditentukan dengan mengisi bahan
bakar ke dalam mesin uji dengan rasio kompresi variabel dengan kondisi yang
teratur. Nilai RON diambil dengan membandingkan campuran antara iso-oktana dan
n-heptana. Misalnya, sebuah bahan bakar dengan RON 88 berarti 88% kandungan
bahan bakar itu adalah iso-oktana dan 12%-nya n-heptana.
Di
Indonesia hanya beredar 3 jenis bensin, yaitu:
1.
Premium(Nilai
Oktan 88)
Premium
adalah bahan bakar
minyak jenis distilat berwarna kekuningan yang jernih. Premium
merupakan BBM untuk kendaraan bermotor yang paling populer di Indonesia.
Premium di Indonesia dipasarkan oleh Pertamina
dengan harga yang relatif murah karena memperoleh subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara. Premium merupakan BBM dengan oktan atau Research
Octane Number (RON) terendah di antara BBM untuk kendaraan bermotor
lainnya, yakni hanya 88. Pada umumnya, Premium digunakan untuk bahan
bakar kendaraan bermotor bermesin bensin, seperti: mobil, sepeda motor, motor tempel, dan lain-lain.
Bahan bakar ini sering juga disebut motor gasoline atau petrol.
Kelemahan
Premiun:
·
Dari sisi lingkungan,
Premium masih menambahkan kandungan logam berat
menambahkan
atau tetraetil timbal (IV) yang berbahaya bagi kesehatan untuk meningkatkan bilangan oktan bensin
tersebut. Walaupun zat ini hanya ditambah
. Tapi untuk mengantisipasi buruknya
timbal yang mungkin akan keluar bersama knalpot kendaraan dan masuk ke
pernapasan kita, maka ditambahkan Etilen Bromida(
) agar Timbal yang berbentuk logaam dapat
disublimasi menjadi gas agar tidak berbahaya ketika kita hirup.
·
Dari sisi teknologi,
penggunaan Premium dalam mesin berkompresi tinggi, akan menyebabkan mesin
mengalami knocking atau 'ngelitik'. Sebab, Premium di dalam mesin
kendaraan akan terbakar dan meledak tidak sesuai dengan gerakan piston. Knocking
menyebabkan tenaga mesin berkurang, sehingga terjadi inefisiensi.
·
Dari sisi finansial, knocking
yang berkepanjangan menyebabkan kerusakan piston. Sehingga kendaraan bermotor
harus diganti pistonnya.
2.
Pertamax(Nilai
Oktan 92)
Pertamax adalah bahan bakar minyak andalan Pertamina.
Pertamax, seperti halnya Premium, adalah produk BBM dari pengolahan minyak bumi.
Pertamax dihasilkan dengan penambahan zat aditif
dalam proses pengolahannya di kilang minyak.
Pertamax pertama kali diluncurkan pada tahun 1999 sebagai pengganti Premix
98 karena unsur MTBE yang berbahaya bagi lingkungan.
Selain itu, Pertamax memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan Premium.
Pertamax direkomendasikan untuk kendaraan yang diproduksi setelah tahun 1990, terutama yang telah
menggunakan teknologi
setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI) dan Catalytic
Converters (Pengubah Katalitik).
Keunggulan
Pertamax:
·
Bebas timbal.
·
Memiliki banyak kandungan MTBE.
·
Oktan atau Research
Octane Number (RON) yang lebih tinggi dari Premium.
·
Karena memiliki oktan tinggi, maka
Pertamax bisa menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi, sehingga dapat
bekerja dengan optimal pada gerakan piston.
Hasilnya, tenaga mesin yang menggunakan Pertamax lebih maksimal, karena BBM
digunakan secara optimal. Sedangkan pada mesin yang menggunakan Premium, BBM
terbakar dan meledak, tidak sesuai dengan gerakan piston. Gejala inilah yang
dikenal dengan 'knocking' atau mesin 'ngelitik'.
3.
Pertamax Plus(Nilai Oktan 95)
Pertamax Plus adalah bahan bakar minyak
produksi Pertamina.
Pertamax Plus, seperti halnya Pertamax dan Premium, adalah produk BBM dari pengolahan minyak bumi,
dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannnya di kilang minyak.
Pertamax Plus merupakan bahan bakar yang sudah memenuhi standar performa International
World Wide Fuel Charter (IWWFC). Pertamax Plus adalah bahan bakar untuk
kendaraan yang memiliki rasio kompresi minimal 10,5, serta menggunakan
teknologi Electronic Fuel Injection (EFI), Variable Valve Timing
Intelligent (VVTI), (VTI), Turbochargers, dan catalytic
converters.
Keunggulan
Pertamax Plus:
·
Bebas timbal.
·
Memiliki banyak kandungan MTBE.
·
Oktan atau Research
Octane Number (RON) yang lebih tinggi dari Pertamax.
·
Karena memiliki oktan tinggi, maka
Pertamax Plus bisa menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi. Sehingga
dapat bekerja dengan optimal pada gerakan piston.
Hasilnya, tenaga mesin yang menggunakan Pertamax Plus lebih maksimal, karena
BBM digunakan secara optimal. Sedangkan pada mesin yang menggunakan Premium,
BBM terbakar dan meledak tidak sesuai dengan gerakan piston. Gejala ini yang
dikenal dengan 'knocking' atau mesin ngelitik.
·
Bisa membersihkan timbunan deposit
pada fuel injector, inlet valve, ruang bakar yang dapat
menurunkan performa mesin kendaraan dan mampu melarutkan air di dalam tangki mobil
sehingga dapat mencegah karat dan korosi pada saluran dan tangki bahan bakar.
Di Indonesia juga ada bensin Khusus untuk kebutuhan balap mobil yang bernama pertamax racing dengan nilai oktan 100.
Selasa, 07 Februari 2012
Kebersamaan
Ucok Munthe -- Kebersamaan ( Medan )
Ku terlahir sebagai makhluk sosial
Coba jalin vertikal horizontal
Rendhakan hati kuatkan fundamental
Kutaksiasiakan hidup ini mahal
Masa kecilku sampai ku hirup udara
Sekarang memang ku butuh teman-teman
Jangan melarang siapapun bisa datang
Ku buka pintu juga bertandang
Memahami dari segala sisi
Kutakbasabasi ku tak paksakan diri
Bertrima kasih jika dia sudah memberi
Kuhargai kebesaran ketulusan hati
Kita memang berbeda tidak saling
mengharga
Mengada ngada terus menjaga
Mulut mata telinga jangan melempar saja
Bersama menempah hidup di dunia nyata
Mengapa kita bersama
Tidak putus asa meraih cita
Bahu membahu dalam karya nyata
Ini bukti bahwa kita memang bisa
Sekarang...
Jangan di tunda buat modal kedepan pasti berguna
Jangan lupa dari mana kita berada
Halangan depan kita hadapi bersamaa...
meski perkembangan bergulir terus
kedepan
masing masing sibuk dengan segala
kegiatan
keinginan untuk menjadi yang terdepan
tapi tetap bekerja sama menggapai harapan
luangkan waktu ayo angkat telefon
hubungi satu per satu mereka merespon
berkumpul bersama bercerita hingga
berguyon
Jalan makan kemudian menonton
beramai ramai dalam suasana damai
satukan suara no drug bikin gontai
( mabok )
ku tak mau lalai mendingan gue brantai
meski badan capai minum bandrek susulai
Bersama kita bisa .... Menangkan tahap ini
dukung saling percaya ... hilangkan rasa benci
tidak lupa meminta .... Kepada illahi
kekuatan supaya Ee yooo tetap berdiri
mengapa kita bersama tidak putus asa
meraih cita
Bahu membahu dalam karya nyata ini bukti
bahwa kita memang bisa
Sekarang...
jangan di tunda buat modal kedepan pasti
berguna
jangan lupa dari mana kita berada
Halangan datang kita hadapi bersamaa...
Ucok munthe
Damai...
Kota Fammaliy
Damai....
Hip Hop kuu
Damai..
Indonesia kuu
Damai..
Ucok munthe
Damai...
Kota Fammaliy
Damai....
Hip Hop kuu
Damai..
Indonesia kuu
Damai..
Trus Bergerak trus bergerak hheeee ucok
munthe Kota Family
Trus Bergerak trus bergerak hheeee ucok
munthe Kota Family
kesedihan ku kini terobati pengibur datang
penuh dengan kasih
begitu padu bukan prekwensi
rasa persaudaran timbul dari benih
cepat selesai bila kita tanyaakan " Tak
terbengkalaii"
Tanggung jawab pakai akikat korbankan "
biar tak bercerai "
Beda suara menjadi satuu Serentak kluarkan
semakin merdu
jangan malu walau gak lakuu Niat yang baik
itu Yang laku
Bergilir gak usah kikir jangan samapai jadi
buah bibir
bila bersama hialngkan nyindir Yang nama'a
sirik harap minggir...
mengapa kita bersama tidak putus asa
merah cita
Bahu membahu bagai dalam nyata ini bukti
bahwa kita memang bisa
Sekarang...
jangan di tunda buat kedepan pasti
berguna
jangan lupa dari mana kita berada
Halangan depan kita hadapi bersamaa...
Deli Tua
Damai...
Medann...
Damai...
Bumi Galeryy
Damai..
Raper..
Damai...
Para musisi
Damai..
Seniman
Damai...
Indonesiaku
Damai..
mengapa kita bersama tidak putus asa
merah cita
Bahu membahu bagai dalam nyata ini bukti
bahwa kita memang bisa
Sekarang...
jangan di tunda buat kedepan pasti
berguna
jangan lupa dari mana kita berada
Halangan depan kita hadapi bersamaa...
Ku terlahir sebagai makhluk sosial
Coba jalin vertikal horizontal
Rendhakan hati kuatkan fundamental
Kutaksiasiakan hidup ini mahal
Masa kecilku sampai ku hirup udara
Sekarang memang ku butuh teman-teman
Jangan melarang siapapun bisa datang
Ku buka pintu juga bertandang
Memahami dari segala sisi
Kutakbasabasi ku tak paksakan diri
Bertrima kasih jika dia sudah memberi
Kuhargai kebesaran ketulusan hati
Kita memang berbeda tidak saling
mengharga
Mengada ngada terus menjaga
Mulut mata telinga jangan melempar saja
Bersama menempah hidup di dunia nyata
Mengapa kita bersama
Tidak putus asa meraih cita
Bahu membahu dalam karya nyata
Ini bukti bahwa kita memang bisa
Sekarang...
Jangan di tunda buat modal kedepan pasti berguna
Jangan lupa dari mana kita berada
Halangan depan kita hadapi bersamaa...
meski perkembangan bergulir terus
kedepan
masing masing sibuk dengan segala
kegiatan
keinginan untuk menjadi yang terdepan
tapi tetap bekerja sama menggapai harapan
luangkan waktu ayo angkat telefon
hubungi satu per satu mereka merespon
berkumpul bersama bercerita hingga
berguyon
Jalan makan kemudian menonton
beramai ramai dalam suasana damai
satukan suara no drug bikin gontai
( mabok )
ku tak mau lalai mendingan gue brantai
meski badan capai minum bandrek susulai
Bersama kita bisa .... Menangkan tahap ini
dukung saling percaya ... hilangkan rasa benci
tidak lupa meminta .... Kepada illahi
kekuatan supaya Ee yooo tetap berdiri
mengapa kita bersama tidak putus asa
meraih cita
Bahu membahu dalam karya nyata ini bukti
bahwa kita memang bisa
Sekarang...
jangan di tunda buat modal kedepan pasti
berguna
jangan lupa dari mana kita berada
Halangan datang kita hadapi bersamaa...
Ucok munthe
Damai...
Kota Fammaliy
Damai....
Hip Hop kuu
Damai..
Indonesia kuu
Damai..
Ucok munthe
Damai...
Kota Fammaliy
Damai....
Hip Hop kuu
Damai..
Indonesia kuu
Damai..
Trus Bergerak trus bergerak hheeee ucok
munthe Kota Family
Trus Bergerak trus bergerak hheeee ucok
munthe Kota Family
kesedihan ku kini terobati pengibur datang
penuh dengan kasih
begitu padu bukan prekwensi
rasa persaudaran timbul dari benih
cepat selesai bila kita tanyaakan " Tak
terbengkalaii"
Tanggung jawab pakai akikat korbankan "
biar tak bercerai "
Beda suara menjadi satuu Serentak kluarkan
semakin merdu
jangan malu walau gak lakuu Niat yang baik
itu Yang laku
Bergilir gak usah kikir jangan samapai jadi
buah bibir
bila bersama hialngkan nyindir Yang nama'a
sirik harap minggir...
mengapa kita bersama tidak putus asa
merah cita
Bahu membahu bagai dalam nyata ini bukti
bahwa kita memang bisa
Sekarang...
jangan di tunda buat kedepan pasti
berguna
jangan lupa dari mana kita berada
Halangan depan kita hadapi bersamaa...
Deli Tua
Damai...
Medann...
Damai...
Bumi Galeryy
Damai..
Raper..
Damai...
Para musisi
Damai..
Seniman
Damai...
Indonesiaku
Damai..
mengapa kita bersama tidak putus asa
merah cita
Bahu membahu bagai dalam nyata ini bukti
bahwa kita memang bisa
Sekarang...
jangan di tunda buat kedepan pasti
berguna
jangan lupa dari mana kita berada
Halangan depan kita hadapi bersamaa...
Jumat, 13 Januari 2012
hiskiafrans: Visi dan Misi sebagai Calon Ketua Osis
hiskiafrans: Visi dan Misi sebagai Calon Ketua Osis: Visi dan Misi Sebagai Ketua Nama: Hiskia Frans Eireneus Sijabat Kelas: X-6 Jabatan yang Akan Diambil: Ketua Visi: Ketaatan pada Tuhan, ...
Visi dan Misi sebagai Calon Ketua Osis
Visi dan Misi Sebagai Ketua
Nama: Hiskia Frans Eireneus Sijabat
Kelas: X-6
Jabatan yang Akan Diambil: Ketua
Visi: Ketaatan pada Tuhan, kedisiplinan, kebersihan dan keindahan, keintelektualan, berprestasi.
Misi:
1. Menaati Tuhan menurut kepercayaan masing-masing.
Penjelasan: Dengan perwujudan mengikuti event-event keagamaan yang ada di sekolah kita maupun di luar sekolah kita, kita semakin mendekatkan diri kita kepada Tuhan. Dan lagi, setiap kegiatan yang akan kita lakukan tidaklah menyimpang dari ketaatan kita kepada Tuhan.
2. Berdisiplin di lingkungan sekolah dan berdisiplin terhadap waktu.
Penjelasan: Dalam pelaksanaannya, Setiap siswa/i akan dikenakan denda sebesar Rp 2.000,- bila kelihatan berkeliaran di lingkungan sekolah pada saat jam pelajaran oleh guru ataupun satpam, kecuali telah mendapat izin dari pertanggung jawaban guru yang berada di kelas, walupun hanya secara lisan. Bahkan untuk anggota osis akan dikenakan denda sebesar Rp 4.000,-. Jika dendanya tidak dibayar, maka namanya akan ditulis kedalam buku kejahatan BK sebagai tindakan kejahatan.
3. Menjaga dan memelihara kebersihan dan keindahan yang telah ada di SMA Negeri 15 Medan.
Penjelasan: Dalam pelaksanaanya, setiap siswa/i yang kelihatan oleh guru atau satpam membuang sampah dan memetik bunga dengan sambarangan akan dikenakan denda sebesar Rp 2.000,-. Bahkan untuk anggota osis akan dikenakan denda sebesar Rp 4.000,-. Jika dendanya tidak dibayar, maka namanya akan ditulis kedalam buku kejahatan BK sebagai tindakan kejahatan.
4. Meningkatkan keinteintelektualan siswa/i SMA Negeri 15 Medan.
Penjelasan: Dengan perwujudan, mengadakan kebiasaan dalam berbahasa Inggris(international) agar setidaknya membuat para murid menjadi biasa mendengarnya sehingga menambah pengetahuan akan Bahasa Inggris, dimulai dari:
1) Mengadakan english day, sekali dalam seminggu.
2) Pembawaan doa setiap hari yang dibawakan oleh kepala sekolah dengan Bahasa Inggris.
3) Melaksanakan upacara bedera setiap hari senin dengan bilingual (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris)
5. Meningkatkan prestasi SMA Negeri 15 Medan baik dalam bidang intelektual, olahraga, dan estrakulikuler serta organisasi lan.
Penjelasan:
Dengan perwujudan:
1) Mengadakan perakel di hari-hari besar nasional untuk meningkatkan Prestasi setiap kelas dan juga keberanian untuk tampil.
2) Mengikuti perlombaan-perlombaan yang diadakan oleh pemerintah, sekolah lain ataupun sponsor.
3) Mencoba mengadakan pertandingan di SMA Negeri 15 Medan dan mengundang sekolah-sekolah lain.
Nama: Hiskia Frans Eireneus Sijabat
Kelas: X-6
Jabatan yang Akan Diambil: Ketua
Visi: Ketaatan pada Tuhan, kedisiplinan, kebersihan dan keindahan, keintelektualan, berprestasi.
Misi:
1. Menaati Tuhan menurut kepercayaan masing-masing.
Penjelasan: Dengan perwujudan mengikuti event-event keagamaan yang ada di sekolah kita maupun di luar sekolah kita, kita semakin mendekatkan diri kita kepada Tuhan. Dan lagi, setiap kegiatan yang akan kita lakukan tidaklah menyimpang dari ketaatan kita kepada Tuhan.
2. Berdisiplin di lingkungan sekolah dan berdisiplin terhadap waktu.
Penjelasan: Dalam pelaksanaannya, Setiap siswa/i akan dikenakan denda sebesar Rp 2.000,- bila kelihatan berkeliaran di lingkungan sekolah pada saat jam pelajaran oleh guru ataupun satpam, kecuali telah mendapat izin dari pertanggung jawaban guru yang berada di kelas, walupun hanya secara lisan. Bahkan untuk anggota osis akan dikenakan denda sebesar Rp 4.000,-. Jika dendanya tidak dibayar, maka namanya akan ditulis kedalam buku kejahatan BK sebagai tindakan kejahatan.
3. Menjaga dan memelihara kebersihan dan keindahan yang telah ada di SMA Negeri 15 Medan.
Penjelasan: Dalam pelaksanaanya, setiap siswa/i yang kelihatan oleh guru atau satpam membuang sampah dan memetik bunga dengan sambarangan akan dikenakan denda sebesar Rp 2.000,-. Bahkan untuk anggota osis akan dikenakan denda sebesar Rp 4.000,-. Jika dendanya tidak dibayar, maka namanya akan ditulis kedalam buku kejahatan BK sebagai tindakan kejahatan.
4. Meningkatkan keinteintelektualan siswa/i SMA Negeri 15 Medan.
Penjelasan: Dengan perwujudan, mengadakan kebiasaan dalam berbahasa Inggris(international) agar setidaknya membuat para murid menjadi biasa mendengarnya sehingga menambah pengetahuan akan Bahasa Inggris, dimulai dari:
1) Mengadakan english day, sekali dalam seminggu.
2) Pembawaan doa setiap hari yang dibawakan oleh kepala sekolah dengan Bahasa Inggris.
3) Melaksanakan upacara bedera setiap hari senin dengan bilingual (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris)
5. Meningkatkan prestasi SMA Negeri 15 Medan baik dalam bidang intelektual, olahraga, dan estrakulikuler serta organisasi lan.
Penjelasan:
Dengan perwujudan:
1) Mengadakan perakel di hari-hari besar nasional untuk meningkatkan Prestasi setiap kelas dan juga keberanian untuk tampil.
2) Mengikuti perlombaan-perlombaan yang diadakan oleh pemerintah, sekolah lain ataupun sponsor.
3) Mencoba mengadakan pertandingan di SMA Negeri 15 Medan dan mengundang sekolah-sekolah lain.
Selasa, 26 Juli 2011
Course Of Positive Philosophy
Auguste Comte (1798), lahir di Montpellier, Perancis, adalah pendiri positivisme. Dia menganalogikan masyarakat layaknya organ tubuh manusia. Tidak heran, karena filsafatnya masih terpengaruh oleh aliran biologis/naturalisme. Dia terkenal dengan hukum tiga tahap perkembangan masyarakat: teologis, metafisik, positif. Hukum ini ia sebutkan dalam karyanya “Course of Positive Philosophy” yang ia buat sebanyak 6 jilid dari tahun 1830 sampai dengan 1842. Konsepsinya dalam buku ini didasari akan kekhawatirannya akan kacaunya masyarakat sehingga mereka membutuhkan suatu metode untuk mencapai keteraturan sosial. Comte menemukan itu ada dalam gejala-gejala ilmu pengetahuan dan kaitan antara semua ilmu tersebut. Buku ini pun menjadi dasar bagi aliran positivisme. Karya monumentalnya yang berikutnya adalah “System of Positive Politics” yang menjelaskan tentang agama humanitas. Latar belakang pembuatan karya besar keduanya itu dipengaruhi oleh pujaan hatinya Clothilde de Vaux yang sangat membekas dalam jiwanya. Menariknya kedua karyanya tersebut seperti sebuah seri dari pemikiran Comte. Dalam Course, Comte mengatakan sains bertransformasi menjadi filsafat; sedangkan dalam System, filsafat bertransformasi menjadi agama.
Buku dengan judul asli Cours de Philosophie Positive (Pelajaran Filsafat Positif) adalah garapan dari karyanya sebelumnya yaitu “Systeme de philosophie positive” (1824) (Sistem filsafat positif). Course memuat dua tujuan, yaitu fondasi untuk sosiologi (yang ia sebut fisika sosial) dan koordinasi semua ilmu positif. Dalam tiga volume awal, ia menjelaskan lima ilmu sains yang fundamental (matematika, astronomi, fisika, kimia, biologi) dan tiga volume berikutnya adalah ilmu sosial. Ilmu-ilmu alam telah ada pada waktu itu dan Comte hanya meringkas poin-poin dari doktrin dan metodologi utama mereka dengan membangunnya lewat analisa objektif dan historis.
Awal mula positivisme yang dikembangkan Comte adalah kesadarannya akan Revolusi Perancis yang menurutnya adalah krisis yang cenderung ke arah reorganisasi masyarakat secara besar-besaran. Ia menyatakan bahwa reorganisasi itu hanya berhasil, masyarakat yang adil akan tercipta, jika orang mengembangkan metode berpikir yang baru tentang masyarakat. Comte melihatnya dalam sains dan mencoba mensistematisasikan metode itu. Lahirlah metode positif yang sesuai hukum-hukum ilmu alam: diarahkan pada fakta-fakta, pada hal yang berguna, ke arah kepastian, dan kecermatan. Sarana bantu bagi sains seperti observasi, eksperimen, dan perbandingan ditambah dengan metode historis yang ditujukan untuk mengungkapkan hukum-hukum yang menguasai perkembangan gagasan-gagasan di masyarakat.
Comte memberikan analisis komprehensif tentang kesatuan filosofis dan metodologis yang jadi dasar ilmu alam dan sosial dalam Course. Dalam bukunya itu, Comte memperlihatkan bahwa evolusi filosofis yang dialami matematika, geometri, astronomi, fisika, kimia, biologi dan fisika sosial (sosiologi) adalah melewati tahapan perkembangan yang sistematis. Ia menjelaskan urutan gejala-gejala (statika) dan kaitan organis gejala-gejala (dinamika) ilmu-ilmu tersebut. Dalam ilmu alam, aspek statis dan dinamis yang berkaitan dengan objek yang mati dinamakan tetap dan gerak, sedangkan yang berkaitan dengan objek yang hidup dinamakan anatomi dan fisiologi. Dalam ilmu sosial yang mengambil objek gejala-gejala masyarakat, aspek-aspek tadi berhubungan dengan tata (keteraturan) dan kemajuan. Tata merupakan dasar dan hasil kemajuan, dan kemajuan hanyalah mungkin atas dasar tata. Jadi hukum-hukum yang harus ditemukan dengan pertolongan metode positif dapat dibagi dalam dua kelas, yaitu hukum-hukum mengenai urutan gejala-gejala sosial dan hukum-hukum mengenai kaitan gejala-gejala itu.
Comte menjelaskan urutan gejala-gejala sosial dinyatakan dalam tiga tahap. Tahapan yang dibuat menunjukkan cara berpikir masyarakat pada saat itu. Titik awalnya adalah tahapan teologis dimana pikiran manusia saat itu dalam pencarian akan asal dan sebab akhir segala sesuatu, manusia mencari hal-hal itu dalam kekuatan-kekuatan alam dan benda-benda angkasa yang ia anggap punya kekuatan. Pada tahapan berikutnya, tahap metafisik, keterkaitan dengan sesuatu yang supranatural digantikan dengan entitas yang abstrak. Manusia mengalihkan perhatiannya pada kecintaan akan tanah air, pembelaan terhadap bangsa atau nasionalisme, dan sebagainya. Tahap ini adalah tahap kritis pemikiran teologis dan persiapan menuju stadium positif. Pada tahap positif yang mana akal manusia telah mencapai puncak ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang, orang tidak lagi mencari pengetahuan absolut tentang sebab-sebab akhir tapi menanyakan kaitan statis dan dinamis gejala-gejala.
Dalam kaitan antara gejala-gejala sosial, Comte menyebutkan meskipun cara pandang zaman prapositif lebih rendah daripada di zaman positif, namun cara berpikir di zaman terdahulu ini memberi sumbangan bernilai berupa konsensus atas seperangkat pandangan dan kepercayaan bersama yang penting bagi keteraturan sosial. Tahap positif tidak mungkin ada tanpa adanya tahap teologis yang mendahuluinya dan tahap metafisik yang menjembataninya. Benih-benih menuju tahapan berikutnya selalu ada, seperti pada masa fetisisme timbul pemikiran untuk beralih dari cara hidup yang berpindah-pindah menjadi menetap sebagai hasil usaha menjelaskan gejala dengan takhayul primitif. Masa itu digantikan dengan masa politeistik dimana manusia mulai menganggap adanya suatu kekuatan di luar dirinya dan menjadi monoteistik saat manusia mulai mengenal tuhan. Tapi sistem kepercayaan seperti itu mendorong manusia untuk mudah memisahkan kehidupan rohani dan duniawi sehingga kehidupannya diarahkan pada kekuatan lain yang sifatnya abstrak. Saat ilmu pengetahuan berkembang sebagai hasil kesempurnaan akal manusia, teknologi diciptakan dan manusia menuju tahap dimana kekuatan itu diarahkan pada benda-benda atau materi. Industri menjadi tipe organisasi sosial di era positif. Sedangkan tipe keteraturan sosial di tahap teologis mencerminkan tipe organisasi sosial yang militer. Di tahap metafisik, dominan dengan hukum karena masyarakat saat itu didominasi oleh mereka yang berusaha menarik doktrin sosial politik dari pemahaman tentang hukum alam.
Pandangannya ini sempat dipuja oleh John Stuart Mill di Inggris. Bahkan ia terang-terangan menyatakan diri sebagai pengikutnya dan menjadi penyebar paham positivisme yang giat. Tapi kekecewaan mendalam harus ditelannya begitu Comte mengeluarkan buku fenomenalnya yang kedua, System of Positive Politics. Banyak yang menganggap Comte sudah gila karena cinta karena dalam bukunya tersebut, ia menyatakan pentingnya suatu agama di zaman positif (yang seharusnya ada dalam tahap teologis). Comte menyebutnya dengan “agama humanitas”. Ini adalah perubahan mendasar dalam karya Comte, ia berbalik dari seorang positivis menjadi seorang yang humanis. Kritik yang dilontarkan padanya pun berdatangan dari kaum positivis, termasuk dari Mill yang menganggap Comte dengan Course-nya adalah “Comte yang baik”, sedangkan Comte dengan System-nya adalah “Comte yang buruk”.
Dalam bukunya ini, akal yang semula diagungkannya seakan dimerosotkan di bawah apa yang kita sebut cinta. Memang pada waktu menulis System, ia sedang dimabuk cinta atau bahkan bisa disebut mengalami cinta sejati sepanjang hidupnya. Ia mempersembahkan buku ini untuk mengenang istri yang tidak pernah digaulinya, yaitu Clothilde de Vaux. Kekuatan emosi begitu kentara dalam karyanya yang satu ini. Comte seakan lebih mengagungkan perasaan daripada akal budi dalam mempertahankan tata keteraturan sosial yang ia kemukakan dahulu.
Bagi Comte, karyanya ini adalah realisasi dari metode positif yang ditujukan untuk keteraturan sosial dalam bukunya yang pertama. Jika kita ingat metode positif yang juga memakai metode historis untuk mengamati masyarakat, Comte melihat bahwa agama telah menjadi tonggak keteraturan sosial yang utama di masa lampau. Agama merupakan dasar untuk konsensus universal dalam masyarakat dan juga mendorong identifikasi emosional individu dan meningkatkan altruisme.[2] Namun bukan agama tradisional seperti yang dipahami pada masa teologis yang dimaksud Comte. Ia menciptakan suatu agama baru yang mencakup hukum-hukum universal yang memungkinkan keteraturan sosial itu eksis, yaitu agama humanitas. Sumber utama agama humanitas adalah moralitas dan cinta yang sesuai dengan standar-standar intelektual dan persyaratan positivisme. Runtuhnya tatanan sosial tradisional yang mengarah pada anarki akibat Revolusi Perancis, menyebabkan Comte melihat moral sebagai sesuatu yang harus menundukkan ilmu sehingga reorganisasi masyarakat menjadi sempurna.
Bertolak dari gagasan pikiran adalah hamba bagi hati, Comte melihat dalam biologi tabel otak manusia terdiri dari 18 fungsi internal, yaitu 10 kekuatan afektif, 5 fungsi intelektual, dan 3 sifat praktis. Dari sini tampak dominannya hati dalam meningkatkan energi dan menurunkan harga diri. Bagi Comte yang positivis, ini bukan psikologi, tapi semata-mata biologi. Moral menjadi suatu kekuatan yang dominan dan Comte melihatnya dalam agama. Agama memiliki 2 fungsi: fungsi moral, agama seharusnya mengatur setiap individu; dan fungsi politik, agama seharusnya menyatukan semua individu. Agama juga memiliki tiga komponen, sesuai dengan pembagian tabel otak, yaitu doktrin, ibadah, dan hukum moral (disiplin). “Cinta datang dan membawa kita pada iman, sepanjang pertumbuhan itu bersifat spontan; tapi begitu tersistematisasi, keyakinanlah yang membangun tindakan cinta”, kata Comte.
Karyanya ini kurang diterima secara luas. Dalam Course, kita akan menemukan dasar-dasar dari positivisme yang berkembang hingga sekarang. Course sangat meninggikan akal sebagai tahapan akhir perkembangan manusia. Perkembangan masyarakat dari semenjak ketergantungannya akan supranatural, alam metafisik, dan berlanjut kepada alam pikiran positif dijelaskan dalam Course sebagai suatu fase yang pasti. Namun, gagasan Comte yang optimistis ini seakan ditafsirkan kembali dalam System bahwa yang diinginkan adalah reorganisasi masyarakat atas dasar humanitas. Comte, terlepas dari perkembangan jiwanya setelah ditinggal mati Clothilde, telah mengubah pandangannya menjadi moralistik dan penuh gairah cinta. Baginya, reorganisasi masyarakat baru sempurna jika dibangun atas cinta dan moralitas dalam agama yang ia sebut agama humanitas. Setinggi apapun akal manusia, tetap tidak akan bisa mengalahkan moralitas yang menyatukan mereka. Comte melihat ini lewat sejarah agama zaman dahulu. Dengan menyingkirkan sifat tradisionalnya dan fokus pada faktor-faktor dari agama yang menyatukan masyarakat, Comte tetap menghendaki positivisme sebagai wujud akhir masyarakat yang teratur.
Buku dengan judul asli Cours de Philosophie Positive (Pelajaran Filsafat Positif) adalah garapan dari karyanya sebelumnya yaitu “Systeme de philosophie positive” (1824) (Sistem filsafat positif). Course memuat dua tujuan, yaitu fondasi untuk sosiologi (yang ia sebut fisika sosial) dan koordinasi semua ilmu positif. Dalam tiga volume awal, ia menjelaskan lima ilmu sains yang fundamental (matematika, astronomi, fisika, kimia, biologi) dan tiga volume berikutnya adalah ilmu sosial. Ilmu-ilmu alam telah ada pada waktu itu dan Comte hanya meringkas poin-poin dari doktrin dan metodologi utama mereka dengan membangunnya lewat analisa objektif dan historis.
Awal mula positivisme yang dikembangkan Comte adalah kesadarannya akan Revolusi Perancis yang menurutnya adalah krisis yang cenderung ke arah reorganisasi masyarakat secara besar-besaran. Ia menyatakan bahwa reorganisasi itu hanya berhasil, masyarakat yang adil akan tercipta, jika orang mengembangkan metode berpikir yang baru tentang masyarakat. Comte melihatnya dalam sains dan mencoba mensistematisasikan metode itu. Lahirlah metode positif yang sesuai hukum-hukum ilmu alam: diarahkan pada fakta-fakta, pada hal yang berguna, ke arah kepastian, dan kecermatan. Sarana bantu bagi sains seperti observasi, eksperimen, dan perbandingan ditambah dengan metode historis yang ditujukan untuk mengungkapkan hukum-hukum yang menguasai perkembangan gagasan-gagasan di masyarakat.
Comte memberikan analisis komprehensif tentang kesatuan filosofis dan metodologis yang jadi dasar ilmu alam dan sosial dalam Course. Dalam bukunya itu, Comte memperlihatkan bahwa evolusi filosofis yang dialami matematika, geometri, astronomi, fisika, kimia, biologi dan fisika sosial (sosiologi) adalah melewati tahapan perkembangan yang sistematis. Ia menjelaskan urutan gejala-gejala (statika) dan kaitan organis gejala-gejala (dinamika) ilmu-ilmu tersebut. Dalam ilmu alam, aspek statis dan dinamis yang berkaitan dengan objek yang mati dinamakan tetap dan gerak, sedangkan yang berkaitan dengan objek yang hidup dinamakan anatomi dan fisiologi. Dalam ilmu sosial yang mengambil objek gejala-gejala masyarakat, aspek-aspek tadi berhubungan dengan tata (keteraturan) dan kemajuan. Tata merupakan dasar dan hasil kemajuan, dan kemajuan hanyalah mungkin atas dasar tata. Jadi hukum-hukum yang harus ditemukan dengan pertolongan metode positif dapat dibagi dalam dua kelas, yaitu hukum-hukum mengenai urutan gejala-gejala sosial dan hukum-hukum mengenai kaitan gejala-gejala itu.
Comte menjelaskan urutan gejala-gejala sosial dinyatakan dalam tiga tahap. Tahapan yang dibuat menunjukkan cara berpikir masyarakat pada saat itu. Titik awalnya adalah tahapan teologis dimana pikiran manusia saat itu dalam pencarian akan asal dan sebab akhir segala sesuatu, manusia mencari hal-hal itu dalam kekuatan-kekuatan alam dan benda-benda angkasa yang ia anggap punya kekuatan. Pada tahapan berikutnya, tahap metafisik, keterkaitan dengan sesuatu yang supranatural digantikan dengan entitas yang abstrak. Manusia mengalihkan perhatiannya pada kecintaan akan tanah air, pembelaan terhadap bangsa atau nasionalisme, dan sebagainya. Tahap ini adalah tahap kritis pemikiran teologis dan persiapan menuju stadium positif. Pada tahap positif yang mana akal manusia telah mencapai puncak ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang, orang tidak lagi mencari pengetahuan absolut tentang sebab-sebab akhir tapi menanyakan kaitan statis dan dinamis gejala-gejala.
Dalam kaitan antara gejala-gejala sosial, Comte menyebutkan meskipun cara pandang zaman prapositif lebih rendah daripada di zaman positif, namun cara berpikir di zaman terdahulu ini memberi sumbangan bernilai berupa konsensus atas seperangkat pandangan dan kepercayaan bersama yang penting bagi keteraturan sosial. Tahap positif tidak mungkin ada tanpa adanya tahap teologis yang mendahuluinya dan tahap metafisik yang menjembataninya. Benih-benih menuju tahapan berikutnya selalu ada, seperti pada masa fetisisme timbul pemikiran untuk beralih dari cara hidup yang berpindah-pindah menjadi menetap sebagai hasil usaha menjelaskan gejala dengan takhayul primitif. Masa itu digantikan dengan masa politeistik dimana manusia mulai menganggap adanya suatu kekuatan di luar dirinya dan menjadi monoteistik saat manusia mulai mengenal tuhan. Tapi sistem kepercayaan seperti itu mendorong manusia untuk mudah memisahkan kehidupan rohani dan duniawi sehingga kehidupannya diarahkan pada kekuatan lain yang sifatnya abstrak. Saat ilmu pengetahuan berkembang sebagai hasil kesempurnaan akal manusia, teknologi diciptakan dan manusia menuju tahap dimana kekuatan itu diarahkan pada benda-benda atau materi. Industri menjadi tipe organisasi sosial di era positif. Sedangkan tipe keteraturan sosial di tahap teologis mencerminkan tipe organisasi sosial yang militer. Di tahap metafisik, dominan dengan hukum karena masyarakat saat itu didominasi oleh mereka yang berusaha menarik doktrin sosial politik dari pemahaman tentang hukum alam.
Pandangannya ini sempat dipuja oleh John Stuart Mill di Inggris. Bahkan ia terang-terangan menyatakan diri sebagai pengikutnya dan menjadi penyebar paham positivisme yang giat. Tapi kekecewaan mendalam harus ditelannya begitu Comte mengeluarkan buku fenomenalnya yang kedua, System of Positive Politics. Banyak yang menganggap Comte sudah gila karena cinta karena dalam bukunya tersebut, ia menyatakan pentingnya suatu agama di zaman positif (yang seharusnya ada dalam tahap teologis). Comte menyebutnya dengan “agama humanitas”. Ini adalah perubahan mendasar dalam karya Comte, ia berbalik dari seorang positivis menjadi seorang yang humanis. Kritik yang dilontarkan padanya pun berdatangan dari kaum positivis, termasuk dari Mill yang menganggap Comte dengan Course-nya adalah “Comte yang baik”, sedangkan Comte dengan System-nya adalah “Comte yang buruk”.
Dalam bukunya ini, akal yang semula diagungkannya seakan dimerosotkan di bawah apa yang kita sebut cinta. Memang pada waktu menulis System, ia sedang dimabuk cinta atau bahkan bisa disebut mengalami cinta sejati sepanjang hidupnya. Ia mempersembahkan buku ini untuk mengenang istri yang tidak pernah digaulinya, yaitu Clothilde de Vaux. Kekuatan emosi begitu kentara dalam karyanya yang satu ini. Comte seakan lebih mengagungkan perasaan daripada akal budi dalam mempertahankan tata keteraturan sosial yang ia kemukakan dahulu.
Bagi Comte, karyanya ini adalah realisasi dari metode positif yang ditujukan untuk keteraturan sosial dalam bukunya yang pertama. Jika kita ingat metode positif yang juga memakai metode historis untuk mengamati masyarakat, Comte melihat bahwa agama telah menjadi tonggak keteraturan sosial yang utama di masa lampau. Agama merupakan dasar untuk konsensus universal dalam masyarakat dan juga mendorong identifikasi emosional individu dan meningkatkan altruisme.[2] Namun bukan agama tradisional seperti yang dipahami pada masa teologis yang dimaksud Comte. Ia menciptakan suatu agama baru yang mencakup hukum-hukum universal yang memungkinkan keteraturan sosial itu eksis, yaitu agama humanitas. Sumber utama agama humanitas adalah moralitas dan cinta yang sesuai dengan standar-standar intelektual dan persyaratan positivisme. Runtuhnya tatanan sosial tradisional yang mengarah pada anarki akibat Revolusi Perancis, menyebabkan Comte melihat moral sebagai sesuatu yang harus menundukkan ilmu sehingga reorganisasi masyarakat menjadi sempurna.
Bertolak dari gagasan pikiran adalah hamba bagi hati, Comte melihat dalam biologi tabel otak manusia terdiri dari 18 fungsi internal, yaitu 10 kekuatan afektif, 5 fungsi intelektual, dan 3 sifat praktis. Dari sini tampak dominannya hati dalam meningkatkan energi dan menurunkan harga diri. Bagi Comte yang positivis, ini bukan psikologi, tapi semata-mata biologi. Moral menjadi suatu kekuatan yang dominan dan Comte melihatnya dalam agama. Agama memiliki 2 fungsi: fungsi moral, agama seharusnya mengatur setiap individu; dan fungsi politik, agama seharusnya menyatukan semua individu. Agama juga memiliki tiga komponen, sesuai dengan pembagian tabel otak, yaitu doktrin, ibadah, dan hukum moral (disiplin). “Cinta datang dan membawa kita pada iman, sepanjang pertumbuhan itu bersifat spontan; tapi begitu tersistematisasi, keyakinanlah yang membangun tindakan cinta”, kata Comte.
Karyanya ini kurang diterima secara luas. Dalam Course, kita akan menemukan dasar-dasar dari positivisme yang berkembang hingga sekarang. Course sangat meninggikan akal sebagai tahapan akhir perkembangan manusia. Perkembangan masyarakat dari semenjak ketergantungannya akan supranatural, alam metafisik, dan berlanjut kepada alam pikiran positif dijelaskan dalam Course sebagai suatu fase yang pasti. Namun, gagasan Comte yang optimistis ini seakan ditafsirkan kembali dalam System bahwa yang diinginkan adalah reorganisasi masyarakat atas dasar humanitas. Comte, terlepas dari perkembangan jiwanya setelah ditinggal mati Clothilde, telah mengubah pandangannya menjadi moralistik dan penuh gairah cinta. Baginya, reorganisasi masyarakat baru sempurna jika dibangun atas cinta dan moralitas dalam agama yang ia sebut agama humanitas. Setinggi apapun akal manusia, tetap tidak akan bisa mengalahkan moralitas yang menyatukan mereka. Comte melihat ini lewat sejarah agama zaman dahulu. Dengan menyingkirkan sifat tradisionalnya dan fokus pada faktor-faktor dari agama yang menyatukan masyarakat, Comte tetap menghendaki positivisme sebagai wujud akhir masyarakat yang teratur.
Rabu, 13 April 2011
Kamis, 07 April 2011
hiskiafrans: Not With Me
hiskiafrans: Not With Me: "by Hiskia Frans on Thursday, 07 April 2011 at 19:03 Aku terbangun dari mimpi lagi musim panas mencoba untuk berpikir kalau kau baik-baik s..."
Not With Me
by Hiskia Frans on Thursday, 07 April 2011 at 19:03
Aku terbangun dari mimpi lagi musim panas
mencoba untuk berpikir kalau kau baik-baik saja
maka aku hancur oleh bayang-bayang matamu
mengetahui kau masih di sini, di sisiku
mataku yang keji ini bisa melihat kamu jika kamu tidak denganku
mulutku bisa mengatakan kepadaku kalau "kau baik-baik saja"
tanganku yang fana ini bisa menjangkaumu, karna kau tunjukkan jalannya
hatiku bisa merasakanmu kalau kau Not With Me
Kehidupan tidak pernah begitu mudah sebagaimana kelihatannya
sampai kamu datang dan membawa cintamu di dalamnya
tidak ada ruang materi dan jarak membuatnya terlihat begitu jauh
masih aku tahu kamu masih di sini, di sisiku
Ya ... kamu membuatku begitu hidup,
kamu memberikan yang terbaik padaku
CINTA dan FANTASI
dan aku tidak pernah merasa sangat kesepian,
karna kamu selalu di sini bersamaku
selalu di sini bersamaku
although you're not with me :*
Aku terbangun dari mimpi lagi musim panas
mencoba untuk berpikir kalau kau baik-baik saja
maka aku hancur oleh bayang-bayang matamu
mengetahui kau masih di sini, di sisiku
mataku yang keji ini bisa melihat kamu jika kamu tidak denganku
mulutku bisa mengatakan kepadaku kalau "kau baik-baik saja"
tanganku yang fana ini bisa menjangkaumu, karna kau tunjukkan jalannya
hatiku bisa merasakanmu kalau kau Not With Me
Kehidupan tidak pernah begitu mudah sebagaimana kelihatannya
sampai kamu datang dan membawa cintamu di dalamnya
tidak ada ruang materi dan jarak membuatnya terlihat begitu jauh
masih aku tahu kamu masih di sini, di sisiku
Ya ... kamu membuatku begitu hidup,
kamu memberikan yang terbaik padaku
CINTA dan FANTASI
dan aku tidak pernah merasa sangat kesepian,
karna kamu selalu di sini bersamaku
selalu di sini bersamaku
although you're not with me :*
Rabu, 23 Maret 2011
Minggu, 07 November 2010
TUGAS PKN tentang "ISU PEMANASAN GLOBAL YANG TERJADI DI DALAM MASYARAKAT"
Isu Tentang Pemanasan Global
Ini adalah versi stabil, diperiksa pada tanggal 13 Oktober 2010. Ada 3 perubahan tertunda menunggu peninjauan.

Anomali temperatur permukaan rata-rata selama periode 1995 sampai 2004 dengan dibandingkan pada temperatur rata-rata dari 1940 sampai 1980
Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air lautdiperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
Daftar isi |
1. Penyebab pemanasan global
1.1 Efek rumah kaca
sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.
Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F)dari temperaturnya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.
1.2 Efek umpan balik
Anasir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat).[3] Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.
Efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan kembali radiasi infra merah ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Apakah efek netto-nya menghasilkan pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim, antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). Walaupun demikian, umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat.[3]
Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es.[4] Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.
Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.
Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.[5]
1.3 Variasi Matahari
Variasi Matahari selama 30 tahun terakhir.
Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini.[6] Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960,[7] yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.[8][9]
Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi Matahari mungkin telah diabaikan dalam pemanasan global. Dua ilmuan dari Duke University mengestimasikan bahwa Matahari mungkin telah berkontribusi terhadap 45-50% peningkatan temperatur rata-rata global selama periode 1900-2000, dan sekitar 25-35% antara tahun 1980 dan 2000.[10] Stott dan rekannya mengemukakan bahwa model iklim yang dijadikan pedoman saat ini membuat estimasi berlebihan terhadap efek gas-gas rumah kaca dibandingkan dengan pengaruh Matahari; mereka juga mengemukakan bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan aerosol sulfat juga telah dipandang remeh.[11] Walaupun demikian, mereka menyimpulkan bahwa bahkan dengan meningkatkan sensitivitas iklim terhadap pengaruh Matahari sekalipun, sebagian besar pemanasan yang terjadi pada dekade-dekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca.
Pada tahun 2006, sebuah tim ilmuan dari Amerika Serikat, Jerman dan Swiss menyatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya peningkatan tingkat "keterangan" dari Matahari pada seribu tahun terakhir ini. Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil sekitar 0,07% dalam tingkat "keterangannya" selama 30 tahun terakhir. Efek ini terlalu kecil untuk berkontribusi terhadap pemansan global.[12][13] Sebuah penelitian oleh Lockwood dan Fröhlich menemukan bahwa tidak ada hubungan antara pemanasan global dengan variasi Matahari sejak tahun 1985, baik melalui variasi dari output Matahari maupun variasi dalam sinar kosmis.[14]
2. Dampak pemanasan global
Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia.
2.1 Iklim Mulai Tidak Stabil
Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, dimana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini)[22]. Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.
2.2 Peningkatan permukaan laut
Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.
Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 – 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.
Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.
Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.
2.3 Suhu global cenderung meningkat
Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.
2.4 Gangguan ekologis
Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.
2.5 Dampak sosial dan politik
Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty), Virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adala organisme tersebut. Selain itu bisa diprediksi kan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah dikarenakan perbuhan ekosistem yang ekstreem ini. hal ini juga akan berdampak perubahan iklim (Climate change)yang bisa berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau panjang / kebakaran hutan, DBD Kaitan dengan musim hujan tidak menentu)
Gradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.
3. Pengendalian pemanasan global
Konsumsi total bahan bakar fosil di dunia meningkat sebesar 1 persen per-tahun. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan. Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan.
Kerusakan yang parah dapat di atasi dengan berbagai cara. Daerah pantai dapat dilindungi dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut. Cara lainnya, pemerintah dapat membantu populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi. Beberapa negara, seperti Amerika Serikat, dapat menyelamatkan tumbuhan dan hewan dengan tetap menjaga koridor (jalur) habitatnya, mengosongkan tanah yang belum dibangun dari selatan ke utara. Spesies-spesies dapat secara perlahan-lahan berpindah sepanjang koridor ini untuk menuju ke habitat yang lebih dingin.
Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.
3.1 Menghilangkan karbon
Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.
Gas karbon dioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan (lihat Enhanced Oil Recovery). Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, dimana karbon dioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.
Salah satu sumber penyumbang karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak revolusi industri pada abad ke-18. Pada saat itu, batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbon dioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbon dioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbon dioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan tidak melepas karbon dioksida sama sekali.
Langganan:
Postingan (Atom)

